Kamis, 16 Oktober 2014

Lunturnya Rasa Nasionalisme di Kalangan Pemuda Indonesia

     Bagi para pemuda, nasionalisme hanyalah usaha membela bangsa guna mengusir penjajah. Seolah-olah bagi pemuda masa kini nasionalisme hanya disaat mereka hormat pada Bendera Merah Putih disaat upacara bendera hari Senin di sekolahnya. Semangat untuk berkorban, berbakti, dan berjuang demi bangsa dan negara cenderung hilang apalagi di era modern seperti ini, perjuangan akan lebih berat. Sebab musuh tidak sekedar dari luar, bahkan sosok pada diri kita sendiri. musuh tersebut bisa berbentuk kebodohan, kemiskinan, kemalasan, dan ketidakrelaan untuk berkorban terhadap bangsanya sendiri.

       Ironisnya lagi, saat ini tingkat perhatian para pemuda terhadap bangsa sangatlah rendah, mereka lebih mementingkan suku, ras maupun kelompok tertentu dibandingkan dengan persoalan-persoalan yang menyangkut bangsa Indonesia. Inilah beberapa bukti bahwa nasionalisme yang dahulu begitu tinggi, sekarang ini kian memudar dari benak para generasi bangsa. Bila demikian, apalagi yang kita harapkan dari generasi muda bangsa ini? 

     Salah satu faktor semakin lunturnya  nasionalisme pemuda Indonesia diduga akibat pengaruh globalisasi terhadap masyarakat Indonesia. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya. Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. 

      Contoh simpelnya, ketika masyarakat lebih memilih menggunakan produk luar negeri ketimbang produk negeri sendiri meskipun harga belinya jauh lebih mahal. Hal ini pula yang membuat pemuda kehilangan jati dirinya. Mereka seakan lupa akan identitas dirinya sebagai warga negara Indonesia, karena gaya hidup yang cenderung mengikuti gaya hidup ala Barat yang dianggap sedang menjadi trend.

      Oleh karena itu, salah satu solusi untuk meningkatkan nasionalisme para pemuda adalah dengan membangunkan kembali 'ide-ide' nasionalisme baru. Dalam membangun ide nasionalisme secara utuh sangat diperlukan adanya pemahaman dan organisasi berbasis gerakan untuk berinteraksi secara sosial dengan masyarakat. Dengan demikian, pada akhirnya akan terjadi interaksi kuat antara organisasi dan massa dalam satu ide, yaitu nasionalisme. Tentu, segala upaya ini tidak akan ada artinya bila tidak didukung oleh peran pemerintah. Oleh karena itu, interaksi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan. Agar kehidupan bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar