Bagi para pemuda, nasionalisme hanyalah usaha
membela bangsa guna mengusir penjajah. Seolah-olah bagi pemuda masa kini
nasionalisme hanya disaat mereka hormat pada Bendera Merah Putih disaat upacara
bendera hari Senin di sekolahnya. Semangat untuk berkorban, berbakti, dan
berjuang demi bangsa dan negara cenderung hilang apalagi di era modern seperti
ini, perjuangan akan lebih berat. Sebab musuh tidak sekedar dari luar, bahkan
sosok pada diri kita sendiri. musuh tersebut bisa berbentuk kebodohan,
kemiskinan, kemalasan, dan ketidakrelaan untuk berkorban terhadap bangsanya
sendiri.
Ironisnya lagi, saat ini
tingkat perhatian para pemuda terhadap bangsa sangatlah rendah, mereka lebih
mementingkan suku, ras maupun kelompok tertentu dibandingkan dengan persoalan-persoalan
yang menyangkut bangsa Indonesia. Inilah beberapa bukti bahwa nasionalisme yang dahulu begitu tinggi, sekarang
ini kian memudar dari benak para generasi bangsa. Bila demikian, apalagi yang
kita harapkan dari generasi muda bangsa ini?
Salah satu faktor semakin
lunturnya nasionalisme pemuda Indonesia
diduga akibat pengaruh globalisasi terhadap masyarakat Indonesia. Teknologi
informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi.
Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi
dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh
dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya. Kehadiran
globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk
Indonesia.
Contoh simpelnya, ketika masyarakat lebih
memilih menggunakan produk luar negeri ketimbang produk negeri sendiri meskipun
harga belinya jauh lebih mahal. Hal ini pula yang membuat pemuda kehilangan
jati dirinya. Mereka seakan lupa akan identitas dirinya sebagai warga negara
Indonesia, karena gaya hidup yang cenderung mengikuti gaya hidup ala Barat yang
dianggap sedang menjadi trend.
Oleh karena itu, salah satu solusi untuk
meningkatkan nasionalisme para pemuda adalah dengan membangunkan kembali
'ide-ide' nasionalisme baru. Dalam membangun ide nasionalisme secara utuh
sangat diperlukan adanya pemahaman dan organisasi berbasis gerakan untuk
berinteraksi secara sosial dengan masyarakat. Dengan demikian, pada akhirnya
akan terjadi interaksi kuat antara organisasi dan massa dalam satu ide, yaitu
nasionalisme. Tentu, segala upaya ini tidak akan ada artinya bila tidak
didukung oleh peran pemerintah. Oleh karena itu, interaksi antara pemerintah
dan masyarakat sangat dibutuhkan. Agar kehidupan bangsa Indonesia menjadi lebih
baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar