Rabu, 10 Desember 2014

BERALIHNYA MINAT PENGGUNA QWERTY KE TOUCH SCREEN

         Ingatkah anda dengan ponsel merk Nokia yang dijuluki sebagai handphone sejuta umat? Ya, pada awal tahun 2000-an ponsel Nokia berada di pasar teratas. Namun, memasuki tahun 2008 masyarakat mulai terpukau dengan kemunculan handphone Blackberry (BB) yang tampilannya bukan lagi dengan tombol keyboard seperti ponsel pada umumnya, tetapi menggunakan terobosan baru yaitu keyboard QWERTY. Masyarakat mulai tertarik dan  mencoba style terbaru ini. Kemunculan QWERTY awalnya membuat pengguna sedikit kesusahan setiap kali mengetik pesan karena tiap satu tombol hanya tersedia untuk satu huruf. Namun, masyarakat mulai membiasakan diri dengan style baru tersebut. Ini membuat pamor penjualan BB naik dengan pesat ke tingkat teratas pasar ponsel. Ditambah dengan fasilitas chatting keunggulannya yaitu Backberry Messenger (BBM), sangat membantu penggunanya dalam mengirim pesan tanpa harus membuang pulsa untuk setiap pengirimannya. Dari situ lalu  muncul julukan “smartphone” atau telepon pintar untuk perangkat semacam BB ini.

Seiring dengan perkembangan BB yang semakin pesat, perlahan perusahaan besar saingannya, Apple, mulai membuat inovasi baru. Setelah kemunculan pertama pada 2007, Apple yang berbasis sistem operasi iOS, akhirnya meluncurkan Iphone seri 4 pada 2010 dan seri 4s pada 2011, diikuti iPad dan iMac atau MacBook. Namun, Apple tidak terkecoh dengan model QWERTY milik BB yang sedang naik daun. Ia tetap pada konsep awal mereka, yaitu touch screen atau layar sentuh. Seiring berjalannya waktu, apple mulai menyaingi pasar BB. Tidak hanya itu, perusahaan ternama Samsung juga mulai melirik dan meluncurkan inovasi barunya yaitu Galaxy series (berbasis sistem operasi Android) dengan konsep touch screen, sama seperti Apple.


 Akhirnya, ketiga perusahaan besar ini sangat gencar bersaing untuk merebut perhatian utama konsumen. Tidak memakan waktu lama, akhirnya Apple dan Samsung berhasil memikat hati para pengguna smartphone yang mulai beralih ke HP layar sentuh. Apalagi, setelah fasilitas unggulan BBM berhasil dijual kepada iOS dan Android, para pengguna smartphone mulai beralih dari BB ke Apple dan Samsung. Meskipun pada akhirnya BB juga meluncurkan terobosan QWERTY dipadukan touch screen dalam satu perangkat smartphone BB, langkah ini tidak mempan untuk menarik kembali konsumen yang sudah terlanjur jatuh hati dengan perangkat model touchscreen.

1 komentar: