Ingatkah
anda dengan ponsel merk Nokia yang dijuluki sebagai handphone sejuta umat? Ya,
pada awal tahun 2000-an ponsel Nokia berada di pasar teratas. Namun, memasuki
tahun 2008 masyarakat mulai terpukau dengan kemunculan handphone Blackberry (BB) yang tampilannya bukan lagi dengan tombol
keyboard seperti ponsel pada umumnya,
tetapi menggunakan terobosan baru yaitu keyboard
QWERTY. Masyarakat mulai tertarik dan mencoba
style terbaru ini. Kemunculan QWERTY
awalnya membuat pengguna sedikit kesusahan setiap kali mengetik pesan karena
tiap satu tombol hanya tersedia untuk satu huruf. Namun, masyarakat mulai
membiasakan diri dengan style baru tersebut.
Ini membuat pamor penjualan BB naik dengan pesat ke tingkat teratas pasar
ponsel. Ditambah dengan fasilitas chatting
keunggulannya yaitu Backberry Messenger (BBM), sangat membantu penggunanya
dalam mengirim pesan tanpa harus membuang pulsa untuk setiap pengirimannya.
Dari situ lalu muncul julukan “smartphone” atau telepon pintar untuk
perangkat semacam BB ini.
Seiring
dengan perkembangan BB yang semakin pesat, perlahan perusahaan besar saingannya,
Apple, mulai membuat inovasi baru. Setelah kemunculan pertama pada 2007, Apple yang
berbasis sistem operasi iOS, akhirnya meluncurkan Iphone seri 4 pada 2010 dan
seri 4s pada 2011, diikuti iPad dan iMac atau MacBook. Namun, Apple tidak
terkecoh dengan model QWERTY milik BB yang sedang naik daun. Ia tetap pada
konsep awal mereka, yaitu touch screen
atau layar sentuh. Seiring berjalannya waktu, apple mulai menyaingi pasar BB.
Tidak hanya itu, perusahaan ternama Samsung juga mulai melirik dan meluncurkan
inovasi barunya yaitu Galaxy series (berbasis
sistem operasi Android) dengan konsep touch
screen, sama seperti Apple.
Akhirnya, ketiga perusahaan besar ini sangat
gencar bersaing untuk merebut perhatian utama konsumen. Tidak memakan waktu
lama, akhirnya Apple dan Samsung berhasil memikat hati para pengguna smartphone yang mulai beralih ke HP
layar sentuh. Apalagi, setelah fasilitas unggulan BBM berhasil dijual kepada
iOS dan Android, para pengguna smartphone mulai beralih dari BB ke Apple dan
Samsung. Meskipun pada akhirnya BB juga meluncurkan terobosan QWERTY dipadukan touch screen dalam satu perangkat smartphone BB, langkah ini tidak mempan
untuk menarik kembali konsumen yang sudah terlanjur jatuh hati dengan perangkat
model touchscreen.


infonya membantu sekali kakak. terima kasih :D
BalasHapus